Minggu, 03 Maret 2019

Catatan Umrah Backpaker

Umrah? Sebagai seorang muslim pasti pingin kan. Perjalanan sepritual dalam rangka beribadah kepada Allah ke rumah ibadah tertua di dunia. Baitullah.  Untuk bisa umrah ada tiga cara yang bisa ditempuh; melalui biro perjalanan umrah/ travel, semi backpaker, dan backpaker. Ketiga-tiganya punya plus minus pastinya. Kali ini kita akan sedikit mengulas seputar perjalanan umrah backpaker berdasarkan pengalaman pribadi saya pada bulan lalu, karena ada banyak kawan yang bertanya gimananya cara dan seluk beluk umrah backpakeran?
      
Persiapannya apa saja?
Siapin mental dan fisik; niat ikhlas karena Allah dan kebugaran fisik yang prima karena cuaca dan trip yang cukup panjang tentu menguras banyak energi. Lain dari itu, kenyamanan umrah backpaker tentu berbeda dengan umrah lewat jalur reguler. Kecuali visa, semua urusan persiapan dokumen (paspor, buku kuning, bukti rekam biometrik), perjalanan, akomodasi selama umrah hingga kepulangan diurus mandiri. Sementara kalau umrah reguler selain dokument pribadi, anda bisa dikata terima beres. Jadi kalau umrah pengennya nyaman, enak, terima beres, ya jangan backpakeran.

Terus visanya gimana?
Pakai visa apa? Ya tetap pakai visa umrah karena anda gak akan bisa masuk saudi kecuali dengan visa: pelajar, kerja, atau umrah/wisata. Gimana bisa dapat visanya? Anda kudu mencari biro yang mau menjual visanya saja. Atau visa dengan tiket PP. Untuk pilihan kedua jadwal kepulangannya anda perlu membicarakan target dan waktu kepulangan Anda dengan pihak yang mengurus visa + tiketnya. Apa ada biro mau mengeluarkan visanya saja? Tidak semua mau, bahkan jarang. Kenapa? Alasan yang paling utama adalah karena alsan keamanan. Sebab visa umrah bisa saja disalahgunakan oleh pemiliknya sehingga bisa menimbulkan masalah serius bagi biro travelnya; bisa terkena blacklist oleh pihak penyedia visa di Saudi sana. Alasan kedua, tentu kepentingan bisnis, dan lain-lain.

Murah mana umrah reguler ama backpakeran?
Tergantung. Bisa lebih murah, bisa pula sebaliknya. Semua tergantung tingkat kenyamanan yang anda inginkan. Prinsipnya sama: makin nyaman tentu costnya makin tinggi. Bedanya, dengan backpakeran anda bisa mengurangi tingkat kenyamanan sesuai standar anda sendiri, sampai pada tingkat yang paling minimal untuk urusan makan, hotel dan transportasi. Sehingga biayanya bisa anda alihkan ke yang lain, misal kost sepuluh hari bisa Anda gunakan untuk empatbelas hari sehingga bisa melakukan ibadah di Haramain lebih lama.

Transportasi
Alat transportasi tentu sangat anda butuhkan kalau bepergian. Soal pilihan dan mekanisme memilih alat transportasi yang bisa Anda gunakan kalau ingin umrah backpakeran mungkin agar berbeda, karena harus mengurus sendiri. Kalau ikut travel anda tinggal naik kendaraan yang sudah disiapkan oleh travelnya.

Ticketing pesawat
Diera internet seperti sekarang tiket bisa anda dapatkan dengan sangat mudah, tentu dengan berbagai pilihan harga, sesuai dengan fasilitas, tingkat kenyamanan dan layanannya. Yang perlu diperhatikan saat Anda memesan tiket secara online adalah adalah soal ketersediaan fasilitas bagasi. Jangan karena ada tiket murah terus langsung klik deal, padahal harga tiketnya belum termasuk bagasi, sehingga anda terkena biaya tambahan yang tidak perlu saat melakukan chekin

Kalau udah terlanjur gitu kan gak mungkin barang bawaannya mau dipulangin lagi. Catatan lainnya adalah soal apakah Anda mau langsung to Jeddah/ Madinah ataukah transit terlebih dahulu, kalau transit, transit dimana, dan berapa lama transitnya. Semua perlu dipertimbangkan. 

Setelah pesawat sudah mendarat mulus di Jeddah -soalnya belum pernah turun di Madinah- biasanya jamaah umrah akan diarahkan keluar melalui terminal haji-umrah. Nah kamu gak usah ikut keluar lewat terminal haji, bilang aja international, nanti akan diarahkan oleh petugas bandara ikut bus yang mengantar menuju pintu kedatangan international. Kok gitu? Karena di terminal haji konon (pas di sana saya emang g ngelihat ada taxi) jarang ada taxi maupun angkutan lain. Kecuali misal kamu bisa minta numpang bus carteran rombongan travel yang biasanya sudah menunggu di sana. Tapi kan jadi rada gimana gitu, masa katanya mau backpakeran malah numpang bus travel. Kan jadi (gak) enak. Ya tapi - lagi-, gak apa apa juga sich, kalau ketua rombongannya mau.

Keluar pintu international biasanya petugas imigrasi akan bertanya,
Mau umrah tuan/puan?
Bisa bahasa arab/ inggris?

Nah kamu kalau mau umrah backpakeran ya kudu bisa salah dua atau salah satu dari bahasa international tadi. Atau kalau gak, ngajak saya jadi penerjemah juga boleh. Wkwkwk.

Sebelum keluar dari King Abdul Aziz International Airport sebaiknya kamu langsung menuju counter selular untuk menngganti kartu selular kamu biar komunikasi lebih lancar dan nyaman. Counternya biasanya tersedia di kiri dan kanan pintu keluar. Ada pilihan paket nelpon saja, atau internet saja, atau paket nelpon plus internet. Setelah keluar dari pintu kedatangan akan banyak tawaran taxi. Bersikap santai dan rilex saja. Sambil mempelajari suasana bandara, anda bisa sambil ngopi menggali informasi seputar taxi.

Jika kamu ingin menuju Mekah terlebih dahulu, anda bisa naik taxi direct Jeddah-Mekah dengan ongkos kisaran 150 atau 160 real. Atau estafet; naik taxi ke mahatthah naql jama’i  di Cornais atau ke selternya di Hotel Avail (khusus Saptco VIP). Demikian juga kalo mau ke Madinah terlebih dahulu bisa naik taxi direct dengan ongkos dikisaran 225-250 real. Atau estafet; naik taxi ke stasiun kereta cepat. Atau ke mahatthah naql jamai Saptco di cornes atau di selter avail hotel, ongkos busnya yang busnis 65 real, yang Vip 116 real.  

Saptco adalah moda transportasi publik milik Pemerintah Saudi, mungkin semacam damri lah kalau di Indonesia. Bedanya saptco memiliki banyak layanan; bus sekolah, perkantoran, wisata dan umum. Naik saptco adalah pilihan paling irit.

Untuk menuju titik pemberangkatan saptco anda bisa naik taxi dari bandara Jeddah menuju saptco di cornes dengan ongkos kurleb 50/60 real. Atau ke avail hotel untuk saptco Vip dengan ongkos 30/40 real tergantung penawaran.

Tiket saptco bisa langsung dibeli di tempat. Ketika membeli tiket tunjukkan pasport, bayar 116 SR, naik. Kalau yang anda tuju pertama adalah Madinah, perjalann kurleb 4 jam. Turun di poolnya Saptco atau di Crown Plaza dekat dengan Masjid Nabawi. Setelah itu ke hotel yang udah dibooking atau cari dadakan juga bisa.

Terus kalau mau pergi pergi di Madinah naik apa?
Kalau untuk sekitar Madinah banyak taxi, harga biasa tawar menawar di depan; harga sesuai juah dekat jarak yang mau dikunjungin. Kalau ke Quba dari haram kurleb 10 SR ke jami'ah 12/15 SR. Bus kota juga ada, pangkalannya pas di depan pintu 21 dekat tugu jam utara Haram Nabawi. Busnya warna ijo royo royo. Ke atau dari Quba-Haram Nabawi cuma 3 SR. Ada juga bus tour city warna kuning cerah, cuma saya belum nyoba yang ini.

Kalau mau ke Mekah?
Bisa naik taxi, harganya kurang tau. Bisa naik kereta cepat cuma 2 jam dah nyampai Mekah. 

Bisa pula naik bus Saptco 116 SR untuk yang VIP. Nah pilihan terakhir, naik bus ekonomi antar kota. Pangkalannya di Mahatthah Azhary, kalau gak salah namanya. Tempatnya di pinggir jalur 2, lurus mentok ke utara dari pintu 21 Nabawi. Kita pernah tanya sama makelar makelar situ katanya ongkosnya cuma 30 SR. Tapi ya busnya kayak bus ekonomi Indonesia lah. Berangkatnya juga gak tentu jamnya, karena nunggu kursinya penuh. Biasanya yang banyak naik para jamaah dari India dan Banglades. Untuk yang terakhir ini gak rekomended deh. Kecuali anda mo coba coba. Lumayan kan bisa sambil belajar nyanyi lagu india. Ups.

Terus kalau naik bus ngambil miqatnya gimana dong?
Tetap ngambil miqat di Bi'r Aly, busnya nanti berhenti kurleb 20 menit memberi kesempatan kepada penumpang untuk mulai ihram.

Kalau backpakeran makanannya gimana?
Namanya backpakeran kita kudu siap menyesuaikan diri termasuk dalam urusan perut dan lidah. Repotnya kalau kamu tergolong pengidap roaming lidah (kaya penyakit aja). kan ada tuch yang merasa belum makan kalau belum makan nasi. Walopun udah menghabiskan roti tiga gulung tetap aja bilangnya belum makan. Repot kan? Yang terpenting kan kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi, soal jenis makanan dan masakannya ya gak harus nasi. Wah... Saya kalau gak masakan Indonesia gak bisa makan. Ya udah lebih aman ikut travel aja. Aman. Karena kalau biro kan cateringnya jelas menu Indonesia.

Untuk Anda yang berkantong tebal bisa bebas memilih menu makanan di restoran dan rumah makan yang bertebaran di sekitaran Haram Nabawi. Untuk menu masakan lokal dikisaran harga 25/30 SR sekali makan. Tapi porsinya arabic punya, kalau saya bisa untuk makan 2 kali.
Untuk kamu yang mengalami roaming lidah, di Madinah ada sich rumah makan yang menyediakan beberapa menu masakan Indonesia, namanya rumah makan Al Qarat, posisinya di arah utara mentok dari pintu 17/18 Masjid Nabawi. Hanya saja kalau menu sayur di sini memang agak sulit di dapat. Kalau pun ada sayur biasanya cuma bayam disayur bening. Selebihnya daging dagingan yang berbumbu santan dan cenderung pedas. Harganya dikisaran 17 - 20 SR tergantung lauknya.

Kalau ingin lebih irit lagi beli shawarma, atau sunwise billahm, atau bil baidh tergantung selera. Harga dikisaran 5 /7 SR. Bisa nambah segelas syai alias teh 0.5 SR.

Kalau pingin bikin bikin kopi atau teh sendiri, bisa beli pemanas air bisa bebas ngeteh dan ngopi di tempat nginap sesuai selera.
  
Cemilan orang arab, namanya kunafah, biasanya orang sana menyebutnya dengan aksen kunafe

Di mana penginapan yang murah untuk umrah backpakeran?
Rumus umumnya, makin jauh dari Al Haram maka harga penginapan akan semakin murah dan sebaliknya. Yang perlu dicatat bahwa hotel disini jarang yang menyediakan paket penginapan plus makan. La itu travel bisa pada makan langsung di hotel? Ya itu karena banyakan orangnya. Itupun hotel atau pun pihak travel sering menggandeng pihak luar hotel sebagai penyedia cateringnya, jadi makannya tetap di hotel tapi makanannya disuplay dari luar. Nah, kalau mau backpakeran cari penginapan yang memudahkan kita mencukupi kebutuhan makanan.

Kalau di Madinah carilah penginapan di arah utara masjid, karena di kawasan situ banyak toko dan warung makannya. Agak ke utara lagi nyeberang jalan di situ banyak penginapan murah, dibawah 100 SR. Fasilitasnya? Ya namanya juga murah ya fasilitas dan tingkat kenyamanannya jangan dibandingin sama hotel bintang lima lah. Tapi cukup nyaman kok; kamar AC, bersih, kamar mandi juga, ada air hangatnya, ada wifinya. Lagian ke haramain bukan cuma pingin pindah tidur kan?

Cuma kalau punya duit cari yang dekat masjid juga sah. Backpakeran kan gak wajib menderita kan? :D  untuk hotel yang dekat masjid, semalam kisaran 250 SR ke atas. Tapi kalau kamu bertiga atau berempat bisa pesan satu kamar yang 3 atau 4 ranjang, jadi bisa tetap nyaman bayarnya patungan biar ringan, apalagi kalau kawan backpakerannya mau nraktirin kamarnya.

Kabar baiknya, kalau kamu berangkat minimal 10 orang, biar gak ribet, ada kawan yang siap mmbantu mengurusi akomodasi selama di haramain dari penjemputan sampai kepulangan. Gratis? Ya gak lah. Tetap bayar cuma kalau diitung itung bisa lebih murah dan kita gak perlu repot ngurusin hal-hal detil.

Kalau di Mekah gimana?
Di Mekah harga harga lebih mahal dibanding di Madinah. Kalau soal penginapan murah, di Mekah kamu bisa cari penginapan di Mahbas Jin. Letaknya lebih kurang 2 Km dari Al Haram. Lurus ke uarah utara dari Babussalam. Kawasan ini biasa dipakai oleh jamaah dari Indonesia kalau musim haji. Kalau di luar musim haji gini, yang mendominasi saya lihat jamaah dari Turki, sedikit dari Mesir, Maroko dan Al Jazair. Hotelnya juga udah lumayan bagus. Soal makan kamu bisa beli disepanjang pinggir jalan banyak tersedia warung makan; tapi rata-rata warung makan Turki. Ya itung itung belajar makanan orang sana, siapa tau ketemu jodoh orang sana kan?! :D

Klo pingin masakan indonesia, kamu bisa mampir di bawah Tower Zam-Zam di P3 namanya. Naik lift pencet P3 ntar di situ banyak restoran. Di sisi sebelah kanan ada grapari telkomsel nah pas sampingnya ada warung makan Kuwais masakan indonesia punya. Tapi klo harga sama dengan menu restoran lainnya. Bisa juga ke restoran Malaysia. Juga di dekat Zamzam Tower sisi sebelah kiri. Masuk saja dari pintu sebelah kanan WC 3, naik tangga, posisi disebelah kanan mentok dari tangga naik tadi. Kalo pagi ada menu lontong sayur. Kalo malam ada nasi goreng dan bakmi goreng.
  
Terus ke masjidnya gimana, kan jauh tuh?
Jangan khawatir, di sini tersedia layanan bus gratis yang beroprasi 24 jam. Kamu tinggal turun dari hotel ke pemberhentian busnya, naik, beberapa menit dah nyampe Al Haram. Demikian juga pulang dari masjid tinggal tunggu di terminal utara masjid (dari babussalam lurus terus).

Cuma kalau pulangnya pingin cepat-cepat ya harus mau berdesak desakan untuk bisa naik lebih awal karena yang mau naik juga banyak. Kalau mau yang gak pake desak-desakan, ada juga bus di tempat yang sama, cukup bayar 3 SR saja.




Terminal bus mahbas jin dan situasi di terminal pemberhentian di depan al haram

Catatan Lain
Biasanya kalau bepergian kita cenderung pingin bawa perlengkapan pribadi selengkap mungkin. Apalagi kalau misal menyerahkan urusan perlengkapan bawaan kepada istri, bisa bisa bonyok dijalan.
Maksudnya saya cuma mau bilang bawanya yang penting penting dan minimalis saja.

Istri Anda akan berkata, "Semua ini juga penting Pa."
"Cut! Body lition, bedak, gincu, sisir, jiblab, baju mama, gak usah dibawa."
"Lho kok gitu sich?"
"Kan mama gak ikut."
Ok. Kita sudahi
.

Lanjut soal barang bawaan. Kalau cuma untuk 10 hari sampe 2 minggu cukup bawa barang yang bisa masuk bagasi cabin aja. Yang penting adalah banyakin bawa duitnya. Soal pakaian ganti bisa nyuci sendiri atau laundry.

Kalau bawa koper ya sekira yang ukuran 30cm cukuplah. Gak usah bawa koper gede-gede kayak orang mau pindah kontrakan. Kecuali misal mau borong belanjaan. Berangkat kosong pulang penuh.


 Pasar sore di taman kawasan Mahbas Jin.

** Catatan umroh bacpacker seorang kawan
Berdasarkan informasi beliau, total dana yang dihabiskan adalah 19 Juta Rupiah, selama 12 hari disana. 

Rabu, 27 Desember 2017

Yang benar yang mana?




Tiba-tiba ada yang nyeletuk "Kok kamu gemukan?". Haaa??!! dibilang “gemukan” bagi sebagian wanita adalah kata-kata yang sangat menyakitkan, hiks T_T. Jadi bingung, kok dibilang gemukan ya? Padahal kemaren sore ada yang bilang, "Mbak, kamu kok kurusan sih?", trus beberapa hari yang lalu juga ada yang bilang, "Mbak kelihatan kurusan deh..". Nah loh, saya jadi bingung, jadi sebenarnya saya kurusan atau gemukan? Hahhaha... Saya jadi berfikir, sepertinya opini orang lain terhadap kita itu sebenarnya berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Dan mungkin juga memakai tolak ukur yang berbeda-beda. Jadi gak usah diambil pusing omongan orang lain deh. Setiap orang memang punya hak untuk berpendapat, jadi gak usah dimasukan di dalam hati sehingga membuat suasana hati kita jadi kacau balau. Kalau memang pendapatnya baik, ya jangan sampai kita jadi tinggi hati. Kalau pendapatnya “kurang menyenangkan”, ya jangan sampai kita jadi rendah diri namun jadikan itu evaluasi.

Kadang kan orang lain hanya menilai dari apa yang mereka lihat. Yang sebenarnya hanya Allah, diri kita dan timbangan badan yang tau.. Ciiiee.. Contohnya, “Kamu kok belum nikah juga? Milih-milih sih.. Gak berdoa sih… Terlalu mikirin pekerjaan terus siih..”. Naah kan, orang lain cuma bisa menilai seseorang dari luarnya saja. Dia kan gak tau bagaimana perjuangannya dan ikhtiarnya untuk meraih pernikahan itu. Daripada usil berkomentar yang gak menyenangkan hati, lebih baik berikan solusi, atau minimal di doakan.. Tuuh kan, jadi curcol hahaha…

Udah aah, balik kerja..kerjaaa..


Tetap SEMANGAT…!!!


Akhir Desember 2017  

Selasa, 08 September 2015

Cinderella dan Sepatu Barunya

Di suatu desa di tepi hutan yang rimbun hiduplah seorang gadis bernama Cinderella. Cinderella adalah gadis yang baik hati serta periang.

Suatu hari Cinderella sedang mencari kayu bakar di tengah hutan. Ketika Ia sedang berjalan dan bernyanyi- nyanyi kecil tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dari depan.

“Oh maafkan aku,” kata orang itu. “Apa kau baik2 saja?,” tanyanya.

“Iya, tidak apa-apa aku baik-baik saja” kata Cinderella. 

Ternyata, lelaki yang menabraknya itu adalah seorang pangeran yang sedang berburu di tengah hutan. Pangeran itu sangat tampan, tubuhnya tegap dan memiliki senyum yang ramah. 

“Apa yang sedang kau lakukan di tengah hutan begini?,” tanya sang pangeran.

“Saya sedang mencari bunga hutan untuk dijual di pasar,” jawab Cinderella.

“Kalau begitu, aku akan membeli bungamu semuanya untuk hiasan pesta di istana ku besok. Kau juga boleh datang. Aku mengundang seluruh warga”. 

“Wah, benarkah? Baiklah pangeran, dengan senang hati saya akan datang,” jawab Cinderella dengan begitu senangnya sampai-sampai jantungnya berdebar kencang.

***

Keesokan harinya sang pangeran mengutus pengawalnya untuk memberikan Cinderella hadiah berupa sepasang sepatu kaca yang indah, sebagai ungkapan permintaan maaf karena telah menabraknya.

Cinderella sangat senang sekali menerima hadiah itu. Rasanya Cinderella sudah tidak sabar untuk menghadiri pesta di istana dan bertemu dengan sang pangeran. Cinderella memakai gaunnya yang paling indah. Dan tentu saja memakai sepatu kaca pemberian dari sang pangeran. 

Cinderella belum pernah memasuki istana. Alangkah terkesimanya ia melihat istana yang begitu megah. Tamannya sangat luas, lantainya bersinar, dan lampu-lampu yang terbuat dari kristal. Aah seakan tak percaya ia bisa berada di istana, berjalan bagaikan seorang putri raja. Sungguh sebuah pengalaman yang tak pernah terbesit dalam hatinya.

Walaupun Cinderella sangat bahagia ketika itu, namun ia tidak merasa nyaman. Kakinya sakit ketika melangkah dan ia pun harus berjalan perlahan lahan agar sepatu kacanya tidak pecah dan melukai kakinya. 

“Sulit sekali memakai sepatu kaca ini,” gumamnya.

***

Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Sang pangeran dengan barisan pengawalnya memasuki aula pesta. Ia terlihat begitu tampan dan gagah dengan mengenakan mahkota dan baju kebesaran para bangsawan. 

Dan pesta pun dimulai. Mereka berdansa saling berpasangan. Sedangkan Cinderella berdiri canggung sendirian. Namun tak disangka, sang pangeran datang menghampirinya.

“Selamat datang,” sapa sang pangeran dengan sangat ramah. “Apakah kau suka hadiah dariku?” tanya sang pangeran. 

“Tentu saja pangeran, Aku sangat suka sekali. Sepatu kaca ini sangat indah,” jawab Cinderella sambil berusaha menenangkan degub jantungnya yang berdetak tak karuan.

“Maukah kau berdansa denganku?,” tanya sang pangeran sambil membungkukkan badannya.

Namun belum sempat Cinderella menjawabnya, terompet istana menggema, tanda seorang bangsawan yang sangat terhormat sedang memasuki istana. Tak lama kemudian masuklah seorang putri yang sangat cantik dari negeri seberang. Gaunnya sangat indah berkilauan dan ia berjalan dengan begitu anggunnya. 

Sang pangeran dan seluruh tamu di istana terkesima akan kecantikan dan keanggunannya. Seperti sedang terhipnotis, pangeran seketika berlalu meninggalkan Cinderella  sendiri di sudut istana untuk menemui putri raja yang sangat cantik dan anggun itu. 

“Ah, bodohnya aku,” gumamnya. “Tentu saja pangeran akan lebih memilih putri yang cantik dan anggun itu daripada rakyat biasa seperti aku”. Cinderella terdiam hatinya bersedih. Dengan rasa penuh kecewa, Cinderella berlari meninggalkan istana. Ia lupa kalau sedang memakai sepatu kaca. 

Ia berlari dan terus berlari tanpa sadar bahwa ia telah tersesat. Di tengah hutan yang gelap tiba-tiba sepatu kaca itu retak dan pecah hingga melukai kakinya. Cinderella menjerit kesakitan. Ia menangis sendirian di tengah hutan, terluka dan ketakutan.

“Apakah kamu baik-baik saja?,” tiba-tiba ada suara seseorang yang bertanya.

Alangkah terkejutnya Cinderella karena dihadapannya ada seorang pemuda yang sedang memperhatikannya. Pemuda dengan penampilan sederhana itu berdiri memegang tali kekang kuda putihnya. 

“Tidak. Kakiku terluka dan aku tersesat di hutan ini”. Jawab Cinderella sambil terisak.

“Ini untukmu, pakailah.” Pemuda itu memberikan sepatunya kepada Cinderella. 

Pada mulanya Cinderella ragu untuk menerimanya. Bagaimana mungkin ia memakai sepatu laki-laki yang jelas ukurannya pasti lebih besar. Tapi ia tidak punya pilihan lain, karena kakinya sedang terluka dan rasanya sakit sekali.

“Terima kasih”. Cinderella kemudian melepas sepatu kacanya dan menggantinya dengan sepatu pemberian si pemuda.

Walaupun bukan sepatu kaca yang indah dan ukurannya kebesaran, namun ternyata sepatu ini sangat nyaman di pakai. Cinderella sangat senang, kini ia tak takut kakinya terluka lagi. 
 
“Sudah, jangan menangis lagi. Ayo ku antarkan kau pulang,” ajak pemuda itu dengan sopan. 

Lalu pemuda itu tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk membantu Cinderella bangkit dan kembali melangkah dengan sepatu barunya yang nyaman.


Kamis, 04 Juni 2015

Gula-gula untuk Nina


Maka tidurlah,

Tidur dengan nyanyian yang lama kau rindukan

Tenggelamkan tangismu di bawah bantal

Ada mimpi yang kau pinjam menanti untuk diputar



Maka tidurlah,

Tidur dengan senyuman

Simpan lukamu dibalik pekatnya malam

Ada bintang yang harus kau pecahkan

Agar serpihannya membuat hatimu terang



Maka tidurlah

Tidurlah Nina

Esok ketika engkau terjaga,

Ada gula-gula yang menggantung disudut jendela
Gula-gula yang kau tanak dari derai air mata


*Noapte bunna :)

Selasa, 09 September 2014

Catatan orang asing


Ada bincang yang asing, seperti malam ini
Bincang yang mengapung hambar kemudian menguap begitu saja di pengap udara
Aku menghilangkan diri ditengah waktu yang tergesa
"Hey, bukankah pada mulanya kita melangkah bersama?"
Kemudian kau berjalan cepat-cepat pada garis tegas yang kau ukir sendiri
"Tunggu...!!" jeritku tercekat
Kau terus mengejar takdirmu yang datang terlebih dahulu
Sedangkan laju waktuku terus berputar dan kembali berputar pada titik awal
...aku tak pernah benar-benar melangkah maju...
Pada jarak kita yang semakin kesekian,
Aku menghela maaf panjang
Jalan kita telah meregang sedemikian melar
dan aku berhenti, terus saja memfanakan diri
Pada dirimu (atau mungkin aku) yang semakin asing,
tak perlu kunjungi kesedihanku
Aku akan baik-baik saja, memejamkan waktu bersama karib yang diam-diam aku simpan


*Malam ke sembilan di September 2014

Kamis, 03 Oktober 2013

Kata-katamu, belatimu

Ada pepatah yang mengatakan, "Mulutmu Harimaumu". Hhmm.. Tapi saya ingin mengistilahkan apa yang ada di benak saya hari ini dengan "Kata-katamu, belatimu. Yah, gak jauh bedalah.. Masih seputar apa yang keluar dari mulut..

Kata-kata itu merupakan buah dari kolaborasi antara pikiran dan apa yang tersirat di hati. Eh, pikiran dan hati beda apa sama ya? :D Kayaknya beda deh.. Pikiran lebih ke logika dan hati lebih ke perasaan... Nah, kata-kata merupakan hasil perpaduan dari logika dan perasaan..

Jadi sebetulnya jika kita berkata-kata, itu sudah merupakan hasil perpaduan antara apa yang ada di logika dan di perasaan kita. Nah, disinilah permasalahannya. Kadang kita lupa menggunakan saringan atau mungkin saringan yang kita punya sudah usang jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Maksudnya gini, setiap apa yang kita pikirkan dan kita rasakan seharusnya sebelum kita keluarkan menjadi bentuk kata-kata seharusnya kita pertimbangkan terlebih dahulu. Nah pertimbangan itulah sebagai saringannya. Apalagi jika menyangkut orang lain.

Tidak semua yang kita pikirkan dan rasakan itu baik dikeluarkan... Kita harus pandai-pandai menyaringnya apakah ada manfaatnya jika kata-kata ini dikeluarkan? Apakah kata-kata ini tidak membuat seseorang terlukai atau tersinggung? Apakah kata-kata ini penting diucapkan atau malah cuma "nyampah saja".. Atau malah bisa timbul kesalahpahaman...

Nah, yang ingin saya bahas kali ini adalah kata-kata yang menurut saya tidak bertanggungjawab (ini pendapat subjektif saya aja ya). Kata-kata yang tidak bertanggung jawab ini maksudnya adalah jika seseorang berkata-kata tanpa peduli bagaimana reaksi dari lawan bicaranya.. Apakah akan melukai atau membuatnya sedih, tersinggung, dll.. Terlepas dari segi kesensitifan seseorang ya dalam menilainya. Karena kadang kan respon tiap orang berbeda-beda terhadap sebuah pernyataan yang ditujukan kepadanya. Yang sedang dibicarakan disini hanya berdasarkan subjektifitas (apa sih :D) saya saja.

Salah satu yang menjadi sorotan saya kali ini lebih spesifik ke kata-kata antara lawan jenis (tau kan maksudnya?). Karena ini sudah memasuki ranah yang lebih sensitif. Dua orang yang berbeda (katanya) pola pikirnya jika berkomunikasi dengan kata-kata yang tidak ada penyaringnya menurut saya akan sangat rentan timbul kesalahpahaman.

Untuk lebih mudahnya saya ambil contoh kasus saja ya. Misalnya dua orang (laki-laki dan wanita) sedang berbicara dan pembicaraannya akhirnya masuk ke "Zona Berbahaya". Kemudian tiba-tiba si lelaki mengucapkan perkataan yang ambigu, contoh:

Mr. J: Ayo kita sempurnakan perjalanan..
Ms. I: Heee?? maksudnya?
Mr. J: eh.. engga...bercanda :D
Ms. I: ???

Ini adalah salah satu contoh kata-kata ambigu yang tidak bertanggung jawab... Sudah mengatakan dengan tersirat, kemudian ternyata dia bercanda pula.. Sudah membuat seseorang bingung dan bahkan Ms. I bisa jadi akan salah paham kemudian ternyata dia bilang kalau kata-katanya hanya bercanda. (_ _")

Contoh lain:

Mr. X: Ayo kita menikah... *eh, bercanda :D
Ms. Y: ????

Nah, ini contoh kata-kata yang sudah jelas maknanya namun bisa menimbulkan kesan yang kurang menyenangkan pada lawan bicaranya. Seorang laki-laki berkata "Ayo kita menikah" pada seorang wanita yang belum meikah, kemudian ia lanjutkan.."Eh, becanda". Menurut saya, kata-kata "Ayo kita menikah" itu bukanlah kata-kata yang pantas untuk dijadikan bahan bercandaan. Apalagi jika diucapkan pada wanita yang belum menikah. Bagaimana perasaan anda (para wanita) jika ada seseorang laki-laki yang berkata seperti itu kepada anda? Kalau saya sih... Yaah, agak sakit hati juga lah.. :D

Intinya, seharusnya laki-laki itu bisa menyaring dulu sebelum ia keluarkan kata-kata itu.. Pikirkan bagaimana respon lawan bicara anda yang notabene (ini sebenarnya artinya apa sih? :D) adalah seorang wanita. Jika memang anda tidak benar-benar serius dengan apa yang anda ucapkan, ya tidak perlu lah hal tersebut disampaikan. 

Atau mungkin para laki-laki akan berfikir seperti ini, "Akhwatnya aja yang terlalu sensitif". Hhmm... menurut saya lebih baik jika menghindari kata-kata yang akan menimbulkan kontroversi. Daripada timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau misalnya wanitanya minta si lelaki mempertanggungjawabkan perkataannya, apakah si lelaki berani bertanggung jawab?? Pasti tidak kaan??? (kebanyakan kasus sih begitu, berani omong doang -___-). 

Sebenarnya masih banyak contoh lainnya, bukan hanya dari percakapan lawan jenis saja. Sesama jenis pun kadang sering timbul kesalahpahaman akibat kata-kata yang mungkin belum disaring. Tapi saya coba ambil contoh yang termudah. Atau mungkin teman-teman punya contoh lainnya? Monggo di share... :D

Mungkin kita bisa mulai melatih diri kita sendiri untuk berkata-kata yang baik.. Qaulan sadiida.. Bukankah Rasulullah juga mengajarkan kita untuk berkata-kata yang baik? Coba kita mulai timbang-timbang dulu sebelum berkata-kata, apakah perkataan ini berguna atau malah akan menyakiti seseorang.. Sesuatu yang baik itu pasti keluar dari yang baik.. Jadi perkataan kita bisa menjadi cerminan diri kita sendiri.. Mudah saja jika ingin meilai seseorang, ya..lihat saja bagaimana ia berkata-kata..

So, saya menulis ini bukan karena perkataan saya sudah baik juga.. tapi saya berusaha belajar..dan sedang belajar untuk selalu bisa qaulan sadiida... Mari kita berusaha memperbaiki diri dari waktu ke waktu.. Saling memperbaiki kesalahan, bukan mencari-cari kesalahan.. Semoga kita bisa istiqomah dalam kebaikan :)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya" (HR. Bukhari Muslim).


Hari ke empat di Oktober 2013