Rabu, 10 April 2013

(mungkin) Ini Musim Semi :)


Ini bukan musim semi seperti yang ku harapkan..
 
Tetapi Tuhan,
Aku masih bersama-Mu
Dan baik-baik saja.. :)

*11 April ke 30 ^__^

Senin, 04 Maret 2013

Sekedar ingat…


Aku mengingatnya lagi, walau tak perlu seluruh ingatan bersikukuh untuk membuatnya hadir. Semacam segelas teh hangat yang kau seduh setiap pagi yang tak perlu ingatan kuat tuk membuatnya. Ia hanya hadir begitu saja. Walaupun kadang tak sesuai kehendak. Hanya ingin…

Aku mengingatku ketika waktu-waktu yang mengapung gamang berusaha kau tangkap satu persatu dan kau jejalkan ke dalam kepala kemudian pecah menjadi serupa kembang api yang meletup-letup cepat. Percikan harap berhamburan bagai anak-anak kecil yang berlarian di kala hujan. Menyentak-nyentak genangan, basah oleh rintik-rintik yang menyegarkan dan kemudian diam menjadi demam..

Ada satu celah menganga di setiap rentang ingatan. Suatu celah yang tersembunyi dalam-dalam walau kadang selalu tersingkap saat hujan mengirimkan sebuah pesan. Celah tempat sunyi dan sepi saling memilin menjadi kerinduan. Sebuah nganga yang berujung pada entah yang akan menelanmu hingga kau tak dapat menemukan jalan pulang.

Di nganga ingatan sembunyi jawab yang dicari dan segala kecap yang tak bisa diucap bibir ataupun mulut ataupun bahasa tetubuhan indera. Ini adalah muara segala ingatan yang pernah ada. Muara yang kandas pada nasib, kemudian beriak lah segala keinginan, kerinduan menunggu pemenuhan. Serupa kolam yang beriak tertetesi hujan kemudian menjadi teduh.. Teduhan yang kekal melampaui segala ingat yang telah tercipta kemudian surut perlahan terhisap lubang waktu menjadi sebuah lupa..

**Awal Maret di 2013, sudah lama gak corat-coret :D

Selasa, 22 Januari 2013

Mengintip luka langit



Kepada hujan di tengah senja aku bertanya,
"Bagaimana bisa kau meninggalkan langit yang telah mendekapmu sedemikian rupa?"
Hujan diam dalam rintih...
Rintiknya semakin pelan, menyisakan jejak di jendela
Ah...seandainya saja aku bisa seperti langit..
Lihatlah, ia tetap lapang,
Menaungi bumi yang telah merenggut hujan darinya...

*Mendung di tengah Januari ke 22 di 2013

Senin, 03 Desember 2012

Sesuatuuu...

Ada yang bilang kalo anak-anak itu adalah makluk paling jujur dan tulus di muka bumi ini (entah siapa ya yang bilang gitu...hihihi...)

Sebenarnya sih pengen cerita gini,

Tadi pas baru dateng ke TPA, salah satu muridku yang bernama Memey (sekitar 4 tahun) tiba-tiba mendekat trus ngomong gini:

Memey: Kak Wie, kak Wie cakeep...

Aku: Ah masa siih? Terima kasih ^__^ *blushing, hihihihi...

Trus jadi inget sekitar 6 tahun yang lalu ketika masih menjadi guru di kelas Play Group, salah satu muridku yang bernama Ibnu (sekitar 5 tahun) ketika sesi senam tiba-tiba ngeliatin aku  terus kemudian ngomong gini:

Ibnu: Bu Indah, ibu cantik deeh..

Aku: Terima kasih, Bu guru emang cantik kook.. *huehehe.. Ge Er :p

Hihihihi...jangan ngiri yeee... Tapi begitulah.. mereka ituu pasti jujur... ga ada maksud politisasi apapun (haiyaah..apaan sih :D)

Aah..terlepas apapun, dunia anak-anak itu emang menyenangkan.. Kalo berada diantara mereka...semua masalah rasanya lenyap seketika.. ^__^

Pernah juga ada muridku yang tiba-tiba nyeletuk gini, "Terima kasih ya Bu Guru sudah ngajari Kirom..". Aku langsung bengong, ga nyangka dapet apresiasi seperti itu. dan seketika rasanya semangatku ter-charge jadi fuuuuulll...!! ^__^

*Terima kasih ya, kalian adalah makhluk2 terhebat di muka bumi, calon generasi penerus masa depan.. Semoga menjadi anak sholeh dan sholeha dan bermanfaat bagi umat yaa... ^__^

**Kesimpulannya sih sebenarnya adalah, Guru yang Ge Er..huehehe :p

Rabu, 07 November 2012

Kepada yang Separuh...

Suatu hari Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya, “Maukah kalian aku beri tahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab, “Tentu saja wahai Rasulullah” Nabi SAW menjawab,” Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata, ‘Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath-Thabrani)

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad)



*Ya Robbi, pertemukanlah diriku dengan orang yang layak menjadi suamiku. Dimana aku bisa mati dengan keridhoannya, setelah Engkau meridhoiku.. Aamiin...

Jumat, 12 Oktober 2012

#goresan4

Aah...kadang harapan, impian, keinginan meloncat-loncat setinggi-tingginya di dalam benak. Hey...!!! Berhentilah... aku lelah... Nanti kau akan jatuh dan terluka. Tenanglah... Duduklah diam.. Dengarkan suara hatimu, ikuti kehendak-Nya dan lihatlah segala hikmah yang berbaris disepanjang jalan. Tidakkah kau dapat membacanya?



Suatu hari kau akan temukan, segala tanyamu dan jawaban..

Jumat, 05 Oktober 2012

Sometimes, people change.

Sometimes people change...

Mungkin kita pernah berfikir bahwa watak, sikap, kepribadian, atau tingkah laku seseorang sulit untuk dirubah. Aku pun pernah berfikir begitu. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak yang ku lihat, ku rasa, dan ku alami. Bahwa terkadang, orang-orang bisa berubah. Entah berubah ke arah yang baik ataupun ke hal yang buruk. Tapi mengapa mereka bisa berubah?

Mereka berubah karena perjalanan hidup, hal-hal yang terjadi dimasa lalu, kehilangan orang-orang yang mereka cintai, lingkungan, kekecewaan, ataupun mendapatkan pelajaran berharga. Mereka berubah karena perjalanan hidup yang mereka lalui dengan tetesan air mata telah membawa mereka pada kelelahan yang luar biasa. Mereka berubah karena masa yang telah mereka lalui meninggalkan kenangan dan hikmah disepanjang sisa senja yang mereka punya. Mereka berubah karena betapapun kelamnya bayangan masa lalu, tak ada pilihan kecuali berubah menuju haluan yang telah digariskan-Nya. Menuju jalan yang DIA inginkan.

Dan, kitalah yang memilih jalan hidup kita. Kita memilih untuk kembali memulai langkah kita. Kita yang memilih ke arah mana kita akan melangkah, untuk berubah. Kita memilih untuk melihat, mendengarkan, dan merasa. Kita memilih untuk bangkit dari keterpurukan, kita memilih untuk keluar dari kungkungan masa lalu, kita memilih untuk bertahan dari hempasan zaman, kita memilih untuk terus menikmati derita dan terluka lagi bahkan lagi, kita memilih untuk terus tersenyum ceria menghadapi takdirnya, Ataupun kita memilih untuk bersembunyi bahkan berpura-pura, dan tidak menjadi diri sendiri. Kitalah yang memilih dan menentukan diri kita ke arah mana akan berubah...

Dan kita memilih semua itu karena jauh di suatu tempat bernama hati, jiwa dan pikiran kita, kita ingin berubah..Entah itu baik ataupun buruk..kitalah sang penentu kemana arah langkah perubahan dalam diri kita...



Coz sometimes, people change...